Arsip Bulanan: Desember 2011
Barang Seken
Setidaknya lima kali penulis membeli barang seken bernama handphone. Tetapi ternyata barang seken yang didapatkan penulis banyak sekali dan nyaris tidak disadari. Untuk mengatasi masalah hidup sehari-hari (di rumah, di kantor dan di manapun) penulis mendapatkan barang seken dari pendapat-pendapat … Lanjut membaca
Sebutan
Entah sejak kapan ada sebutan untuk sesuatu. Kata-kata telah mereduksi realitas. Realitas menjauh dan hanya diwakili huruf-huruf. Dengan menyebut sesuatu saya terpisah dengan ‘sesuatu’ itu. Maka Penulis tidak (lagi) menyebut. Untuk apa yang dilihat Untuk apa yang didengar Untuk apa … Lanjut membaca
Orang Lain
Semalam rekan penulis bercerita berapi-api, penuh semangat. Setelah beropini tentang kebobrokan mantan pejabat negeri ini dan kemungkinan-kemungkinan kebobrokan lainnya, ia berseloroh. “Orang terkaya di desa ini saya kenal. Uangnya 30 M. Sekian ratus juta sudah disiapkan untuk istrinya. Sekian ratus … Lanjut membaca
Melihat
Saya melihat tetapi tidak melihat. Saya buta. Saat saya melihat orang, pikiran sayalah yang mengambil alih kejernihan indera mata. Banyak persepsi, prasangka, iri hati, cemburu, menyepelekan, superior, inferior. Saat saya melihat bunga, langit, burung, tumbuhan, banyak bayangan berkelebatan di dalam … Lanjut membaca