Melihat

Saya melihat tetapi tidak melihat. Saya buta.

Saat saya melihat orang, pikiran sayalah yang mengambil alih kejernihan indera mata. Banyak persepsi, prasangka, iri hati, cemburu, menyepelekan, superior, inferior.

Saat saya melihat bunga, langit, burung, tumbuhan, banyak bayangan berkelebatan di dalam kepala. Ingatan tentang tadi, rencana besok, kecemasan, frustasi, marah, jengkel, bingung, dan begitu banyak imajinasi.

Saya melihat seperti yang saya seharusnya inginkan.

Saya tidak melihat apa adanya.

Saya kehilangan keindahan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s