Entah sejak kapan ada sebutan untuk sesuatu.
Kata-kata telah mereduksi realitas.
Realitas menjauh dan hanya diwakili huruf-huruf.
Dengan menyebut sesuatu saya terpisah dengan ‘sesuatu’ itu.
Maka
Penulis tidak (lagi) menyebut.
Untuk apa yang dilihat
Untuk apa yang didengar
Untuk apa yang dirasakan
Untuk semua aksi
Untuk semua reaksi
Untuk semua gerakan batin
Untuk …..
Bisakah ?