Barang Seken

Setidaknya lima kali penulis membeli barang seken bernama handphone. Tetapi ternyata barang seken yang didapatkan penulis banyak sekali dan nyaris tidak disadari.

Untuk mengatasi masalah hidup sehari-hari (di rumah, di kantor dan di manapun) penulis mendapatkan barang seken dari pendapat-pendapat orang lain yang belum tentu mereka alami sendiri, karena mereka juga kulakan dari pendapat dan buku-buku, artikel, apapun namanya itu. Anehnya barang seken tadi diberi sebutan mentereng bernama ‘knowledge’.

Lalu penulis menyadari saat berelasi dengan sesama, dengan alam dan dirinya sendiri ternyata bukan dia sesungguhnya yang berelasi. Tetapi olahan barang seken usang bernama ‘knowledge’ yang menumpuk sebagai memori. Memori itu sungguh mengendalikan penulis dalam bertindak.

Penulis tidak tahu bagaimana menghentikan tumpukan itu yang kian hari kian terjejal sehingga mengaburkan pandangan dan menumpulkan batin.

This entry was posted in Saya Lihat-Dengar-Rasakan. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s